Vaksin Sinovac, Vaksin Pertama Yang Di Gunakan Di Indonesia (Part -2)

0
64

OPINI, wartarinjani – Vaksin Sinovac akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis yang berada dibawah pengawasan dokter. Area kulit yang akan disuntikkan vaksin terlebih dahulu harus dibersihkan dengan alcohol swab sebelum dan sesudah dilakukan penyuntikkan. Alat suntik yang digunakan adalah alat suntik sekali pakai yang setelah selesai digunakan akan dibuang ke dalam safety box tanpa ditutup kembali jarumnya. Untuk mengatisipasi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sangat serius, maka seseorang yang telah menerima vaksin diminta untk tetap tinggal ditempat layanan vaksinasi selama 30 menit setelah selesai divaksin.

Seperti yang diketahui bahwa pemberian vaksin Covid 19 bertujuan untuk mengurangi rantai penularan Covid 19, menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat Covid 19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat atau herd imunity serta melindungi masyarakat dari Covid 19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Pemberian vaksin dinilai lebih hemat biaya dibandingkan dengan melakukan upaya pengobatan. Proses vaksinasi sudah dilakukan sejak bulan Januari lalu.

Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin Sinovac. Sebelumnya, vaksin ini telah melalui proses uji klinis tahap III dan telah layak mendapatkan izin pennggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Indonesia telah menerima 125 juta dosis vaksin Snovac.

Sebelum melakukan vaksinasi Covid 19, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi termasuk memastikan kondisi tubuh sehat dan sudah menjalani pemeriksaan riwayat kesehatan (screning data kesehatan) mengenai penyakit yang di derita atau sedang di derita. Dikutip dari Juknis Kemenkes RI adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi penerima vaksin Covid 19 yaitu :
Penerima vaksin tidak sedang mengalami demam yang ≥ 37,5°C. Jika sedang mengalami demam vaksinasi akan ditunda hingga sembuh dan terbukti tidak menderita virus corona.

Tekanan darah kurang dari 149/90 mmHg, jika lebih maka vaksin tidak dapat diberikan dan ditunda hingga tekanan darah kembali normal dan memungkinkan untuk dilakukan vaksin.
Jika pernah terinfeksi Covid 19, ibu hamil atau menyusui, mengidap gejala ISPA dalam seminggu terakhir, memiliki riwayat alergi yang berat, penyakit ginjal, rematik, infeksi saluran pencernaan kronis, vaksin Covid tidak dapat diberikan.

Bagi penderita Diabetes Melitus atau DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, vaksinansi tidak dapat diberikan. Ada 4 tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid 19 dengan mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan dan profil keamanan vaksin.

Adapun 4 tahapan pemberian vaksin Covid 19 yaitu :
Periode I (Januari April 2021)
Sasaran vaksinasi Covid 19 tahap I adalah para tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kesehatan yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Periode II (Januari April 2021)
Sasaran vakksinasi Covid tahap II adalah petugas pelayanan publik, yaitu TNI/Polri, aparat hukum dan petugas pelayanan publik lainnya seperti petugas di bandara, pelabuhan, statsiun, terminal, serta petugas lainnya yang terlibat secara langsung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Periode III (April 2021 Maret 2022)
Sasaran vaksinasi Covid tahap III adalah kelompok masyarakat yang rentan, baik itu dari aspek sosial, ekonomi dan geospasial.

Periode IV (April 2021 Maret 2022)
Sasaran vaksinasi Covid 19 tahap IV adalah masyarakat pelaku perekonomian dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin

Meskipun telah menerima vasin Covid 19, protokol kesehatan harus tetap dijalankan pada kehidupan sehari hari karena risiko seseorang menularkan dan tertular Covid 19 masih ada meskipun telah menerima vaksin. Setiap orang diharapkan mampu berpartisipasi dan tidak ragu ussntuk melakukan vaksinasi.

Penulis : Zahra Sabiqah (Srikandi SPI Wilayah NTB)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar