Warga Jenggik Keluhkan Bangunan Osamtu

0
183

TERARA, Warta Rinjani – Keberadaan tempat Olah Sampah Tuntas Terpadu (Osamtu) milik Pemerintah Desa Jenggik, Kecamatan Terara dikeluhkan warga. Keluhan ini muncul lantaran keberadaannya di tengah pemukiman penduduk.

Salah seorang warga berinisial MS mengatakan, proyek yang dibiayai dari dana desa itu membuat risih warga. Padahal niat baik Pemdes setempat tidak lain untuk mengentaskan sampah di desa itu.

“Pembangunan Osamtu memang memiliki tujuan bagus, tapi keberadaan pembangunannya di tengah pemukiman warga. Ini yang membuat risih dan mengganggu,” terangny kepada Warta Rinjani, Senin (13/1).
Jika dibiarkan di tengah pemukiman warga, lanjutnya, bukan tidak mungkin mengundang dampak negatif. Dampak ini terutama dari sisi kesehatan.

Terpisah, salah seorang unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa, keluhan atas pembangunan tempat Osamtu disebabkan kurangnya sosialisasi dari pemerintah desa. Andai sosialisasi digencarkan di awal, bukan tidak mungkin akan mendapat respon positif.

“Kita tidak begitu tahu awal-awalnya. Namun setelah ada permasalahan baru kita mengetahui,” jelas sumber yang juga enggan dibeber identitasnya ini.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Jenggik Lalu Hulpian menyatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti tentang pembangunan Osamtu itu. Alih-alih mengetahui, pihaknya mengaku tidak dilibatkan musyawarah saat hendak dibangun. “Banyak masyarakat yang tidak tahu perihal pembangunan tempat itu, termasuk saya,” jelasnya.

Lanjut Hulpian, bahwa pembangunan Osamtu di desanya masih ada yang dikerjakan secara tidak prosedural. Sebut saja seperti melalui tahapan musyawarah desa dan penyusunan rencana kerja pemerintah desa dan lain-lain.

“Saya dua tahun terakhir ikut jadi tim penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), tapi kenyataanya tidak pernah diajak menyusun, tiba-tiba jadi dan dikerjakan,” sebutnya.

Mengenai keluhan warga dengan keberadaan Osamtu yang dianggap meresahkan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak pernah dilibatkan.

“Selaku ketua karang taruna tidak bisa sosialisasi atau mengimbau masyarakat tentang penggunaan tempat tersebut karena tidak pernah dilibatkan oleh pihak pemerintah desa,” tutupnya.

Hingga diturunkannya berita ini, Plt Kades Jenggik, Rumansyah, belim bisa dikonfirmasi. Padahal yang bersamgkutan sudah dihubungi melalui saluran telpon genggamnya. (cr-yk)

Baca Juga  BP3AKB Lotim Dorong Dikbud Buat Aturan Tentang Pernikahan Dini

Photo dan Berita : Hairul Subawaih/Warta Rinjani
Keterangan Photo : Pembangunan Osamtu di Desa Jenggik dikeluhkan warga karena keberadaannya sianggap mengganggu.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar