Warga Songak Tolak TPS Sementara

0
105

SELONG, Warta Rinjani – Rencana Pemerintah Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur membangun tempat pengelolaan sampah ditentang sejumlah warga setempat. Rencana ini ditentang lantaran dinilai dapat memicu perselisihan antar warga.

“Bukan kita tidak setuju dengan program ini, tapi karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman, makanya kita minta ditimbang ulang keberadaan TPS,” ungkapnya, belum lama ini.

Sesuai rencana pemerintah desa setempat, TPS sementara ini kabarnya menyewa lahan milik sebuah lembaga. Dimana lahan lembaga itu lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga.

Penolakan yang dilontarkan Wijaya ini tidak sendiri. Ia menyuarakan hal sama bersama puluhan warga lainnnya. Puncak penolakan ini ketika warga menggelar pertemuan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.
Apa yang dilontarkan Wijaya diamini Ketua BPD Songak, Ada Suci Makbullah. Rencana pembangunan TPS sementara ini bukan dalam konteks setuju dan tidak setuju. Lebih dari itu, warga hanya tidak bersepakat lantaran lokasinya terlalu dekat dengan pemukiman.

Baca Juga  Jaga Kondusifitas, Masyarakat Desa Rambitan dan Ketara Sepakat Serahkan Konflik ke APH

“Yang dikhawatirkan ini adalah persoalan dampak lingkungan yang dimunculkan dari keberadaan TPS sementara ini,” ungkapnya.

Suci merinci, lokasi yang diperdebatkan warga sebenarnya hanya akan dijadikan sebagai tempat sementara saja. Lokasi ini dijadikan sebagai tempat penampungan sebelum disortir dan dikelola.

Keterlibatan warga menyoal program TPS ini disebutnya sangat wajar. Terlebih anggaran yang dipergunakan melibatkan dana desa.

Karena itu, keterlibatan warga menyoal program ini dianggap wajar. BPD sebagai lembaga legislatif di desa disebutnya patut pula memberi atensi terhadap masalah ini.

Alih-alih menyatakan kesepakatannya dengan program ini, Suci menegaskan ada sisi keuntungan dari kerjasama pembuatan TPS sementara ini. Namun demikian, perlu mempertimbangkan kajian analisis dampak lingkungan serta faktor kemanusiaan.

Diakui Uci, lokasi TPS berdekatan dengan permukiman warga. Pemerintah desa harus melihat dampak buruk yang akan ditimbulkan kedepannya. Untuk itu, perlu dibangun ditempat yang jauh dari permukiman warga.

Baca Juga  Dispora Lotim Berikan Penghargaan Bagi Pemenang Pemuda Pelopor

Jika ditilik dari sisi ekonomis kata Uci, program tersebut dinilai cukup baik. Selain desa menjadi bersih, masyarakat setempat juga bisa mendapat keuntungan dari hasil pengelolaan ini terutama bagi pemasukan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sebaliknya, jika tidak dikelola secara profesional bukan hanya dampak buruk berupa bau tak sedap, melainkan akan terjadi gesekan pada masyarakat.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Songak, Fihiruddin mengamini bahwa program ini masih mendapat tentangan dari warga. Karena itu, program pembangunan TPS sementara ini akan ditunda sampai 2020 mendatang.

“Kita tidak ingin warga kita bergejolak. Program ini kita tunda agar betul-betul bisa memberi manfaat bagi warga dan desa,” ujarnya. (cr-pol)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar